Tentang Kami

Visi & Misi

Asosiasi PPME AIA menggunakan dasar ajaran Islam sebagai latar belakang sosial dan budaya anggotanya (bekerja, hidup dan mengetahui) menjadi aspek yang penting. PPME AIA bertujuan untuk menerapkan ajaran Islam yang sebenarnya tanpa preferensi, pertimbangan dan aktivitas politik.

Selanjutnya, kami mencoba mencapai tujuan ini dengan:

  • menjalankan ajaran Islam

  • menjalin hubungan dengan organisasi lain sejauh ini tidak bertentangan dengan prinsip dan tujuan asosiasi.

  • mengembangkan kegiatan yang relevan, termasuk pendidikan, dawah pesan Islam serta kegiatan sosial dan budaya.

Rekening bank​

 

Untuk semua pembayaran, harap cantumkan nama, nomor HP, dan tujuan pembayaran. Lalu silahkan konfirmasi ke bendahara .

dinaanwar@hotmail.com

Rekening iuran keanggotaan (pembayaran kontribusi keaanggotaan)

NL75 INGB 0001 4444 55

Rekening Hadj/Umroh fonds (tabungan haji/umrah)

NL21 INGB 0006 8993 49

Rekening Masjid

NL58 INGB 0006 2643 03

Rekening OWM Takaful

NL98 INGB 0006 9080 51

Rekening Uitvaart fonds

NL47 INGB 007 0288 61

Stichting Vastgoedbeheer

NL37 INGB 0007 0639 61

Untuk pembayaran kontan, harap menghubungi

ibu Dina Heilhof+31 6 18644105

Sejarah

Untuk memfasilitasi dakwah dan ekspansi pengetahuan Islam di Belanda, masyarakat Islam Indonesia dan mahasiswa Indonesia bergabung untuk mendirikan sebuah organisasi yang dinamakan P.P.M.E. (Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa / Asosiasi Muslim Muda di Eropa) pada tanggal 12 April 1971 di Barenstraat 4, Den Haag, dengan harapan bahwa organisasi ini akan terus berkembang di Eropa.

Ke-20 siswa muda tersebut adalah 1) Bapak Sayuti Suhaib, 2) Abdul Wahid Kadungga, 3) Imam, 4) Ozir M. Isa, 5) Rusli Bena, 6) A. Hambali Maksum, 7) Ujang HS, Azmihardi S., 8) T. Razali, 9) Husni Basuni, 10) Ali Khalik, 11) S. Abidin, 12) I. Idram, 13) M. Rais Mustafa, 14) A. Muiz, 15) Suwardi, 16) Abdurrahman Wahid, 17) Moh. Syukur, 18) Machfud Muchtar (Yus), 19) M. Amir al-Hajri, dan. 20) Ade Baharuddin.

Terlepas dari fakta bahwa sebagian besar anggotanya berasal dari Indonesia atau berhubungan dengan Indonesia, organisasi ini tidak memiliki nama “Indonesia”. Ini menunjukkan bahwa sebagai organisasi, PPME sangat fleksibel dan senantiasa membuka pintunya bagi kebangsaan lain untuk bersama-sama melaksanakan dakwah dan peningkatan pengetahuan tentang Islam di Belanda. Selain itu, PPME juga mentransfer pengetahuan tentang bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.

Sesuai dengan Keputusan Kerajaan dari Ratu Juliana dan Menteri Kehakiman tanggal 6 Mei 1974 maka PPME dapat melakukan kegiatan selama 20 (dua puluh) tahun sebagai “Asosiasi”. Pada tanggal 14 Desember 1995, keputusan ini diubah untuk jangka waktu yang tidak terbatas.

Karena kebutuhan dan kepentingan masyarakat Islam Indonesia di Belanda, PPME kemudian membentuk cabang di sejumlah kota di Belanda. Selain cabang di Den Haag, Rotterdam, Amsterdam (1975) dan Heemskerk (1998), cabang Breda juga didirikan pada tahun 2005. In syaa Allaah, cabang lain akan menyusul pada waktunya.

Untuk mengakhiri konflik internal di PPME Amsterdam dan untuk melestarikan Ukhuwah Islamiyah (persatuan dalam Islam), PPME Belanda memutuskan pada tanggal 18 Desember 2005 untuk membagi PPME Amsterdam menjadi dua cabang. Kemudian salah satu dari kedua cabang tersebut memisahkan diri dari organisasi PPME dan membentuk asosiasi sendiri yang disebut Euromoslem. Bagian lain tetap merupakan cabang dari PPME dan berlanjut disahkan pada tanggal 10 Januari 2006 dengan nama P.P.M.E. Al-Ikhlash Amsterdam (AIA).

Manajemen harian AIA PPME yang baru dibentuk dibentuk oleh Legiman Ronald Alimoestar (Ketua), Maman Jumanta Dani, Siti Fatimah, Agus Susanto.

Organisasi PPME AIA memiliki Islam sebagai dasarnya, dengan latar belakang sosial dan budaya para anggota (Working, Living and Knowing) menjadi aspek pentingnya.

Organisasi PPME AIA bertujuan untuk menerapkan doktrin Islam yang sebenarnya tanpa preferensi, pertimbangan dan aktivitas politik. Ia mencoba mencapai tujuan ini dengan:

  • Kepatuhan dengan pesan Islam

  • Membuka kontak dan kerja sama dengan organisasi lain, selama tidak bertentangan dengan prinsip dan tujuan organisasi

  • Mengembangkan kegiatan yang relevan, termasuk pendidikan, mentransfer pesan Islam serta kegiatan sosial dan budaya.

This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now